 |
| foto : Google |
Manusia melakukan kegiatan komunikasi dengan manusia lain melalui berbagaicara dan media, salah satunya adalah dengan media Internet. Komunikasi merupakan alat utama bagi setiap orang yang hidup untuk berhubungan ataupun berinteraksi dengan oranglainnya. Berkomunikasi secara baik itu mengahasilkan feedback atau timbal balik, akan tetapi bila tidak ada feedback maka komunikasi itu dikatakan gagal.
Di era teknologi internet yang terus meningkat akhir-akhir ini membuat banyak pengguna telah memanfaatkan beberapa fitur dan salah satunya adalah media sosial. Tidak sedikit yang melakukan komunikasi tentang hal-hal atau isu yang sedang berkembang.
Bahkan, tanpa disadari mereka akan digiring untuk menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi utama.
Fenomena komunikasi melalui internet sekarang ini bagi sebagian orang tampaknya lebih menarik daripada berkomunikasi secara langsung tatap muka. Gejala inilah yang oleh Walther (1996) disebut sebagai komunikasi hiperpersonal, yakni komunikasi dengan perantara internet yang secara sosial lebih menarik daripada komunikasi langsung.
Komunikasi hiperpersonal pun disinyalir akan mampu menciptakan keakraban, bahkan keintiman di antara partisipannya. Hanya saja keintiman yang terjalin belum tentu bersesuaian antara yang terjadi dalam realitas dunia maya (hiperrealitas) dengan realitas yang sesungguhnya.
Sikap hiperpersonal akan mengakibatkan individualiatas, semakin tingginya sikap individualitas antara manusia, dimana hal ini dapat mengurangi komunikasi interpersonal secara langsung di kehidupan sehari-hari yang tanpa disadari dengan sendirinya membentuk kerenggangan dalam hubungan sosial dan kualitas dalam kepekaan sosial.
Antisosial behavior disebabkan penyalahgunaan teknologi juga ini terjadi saat seseorang merasa teknologi menjadi hal paling penting sehingga lupa dengan sekitarnya. Lalu muncul ketidak pedulian terhadap lingkungan.
Akibatnya seseorang menjadi jarang berinteraksi dan kemampuan interpesonalnya terhambat. Sehingga akan sulit bersosialisasi dan menjalin hubungan dalam dunia nyata. Pola interaksi berubah, teknologi menjadi “dunia nyata”.
Sumber :http://www.academia.edu
ADS HERE !!!